Ketahanan Nasional, Jati Diri, dan Nasionalisme Menjadi Dasar untuk Mempertahankan NKRI



            Meraih itu lebih sulit dari pada mempertahankan, itulah slogan yang memang pantas untuk keadaan Negara Indonesia sekarang ini. Meraih kemerdekaan memang hal yang sulit bagi bangsa Indonesia, tetapi akan lebih sulit untuk menjaga dan mempertahankan kemerdekaan tersebut. Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, satu hal yang sekarang marak disuarakan di seluruh pelosok negeri ini. Satu hal yang sampai saat ini sulit untuk direalisasikan karena kurangnya kesadaran dari masing-masing bangsa Indonesia itu sendiri, terutama generasi mudanya. Mereka sendiri tidak tahu bahwa tanpa mereka sadari, mereka telah membawa bangsa ini kedalam era penjajahan baru, bukan penjajahan seperti yang dilakukan oleh Belanda atau Jepang, tetapi penjajahan moral, krisis jati diri, yang akhirnya membawa kemunduran untuk bangsa ini sendiri. Banyak generasi muda yang tidak peka terhadap itu, mereka terus mengikuti budaya barat yang notabene bukan budaya kita dan perlahan-lahan meninggalkan budayaasli tanah air Indonesia. Nilai-nilai luhur yang dulu dijunjung tinggi oleh nenek moyang, sekarang seperti menguap begitu saja, dianggap kuno, kurang modern dan ketinggalan zaman. Sikap, perilaku, dan budi pekerti yang dulu sangat ditekankan dalam pendidikan formal maupun informal, sekarang tak telihat lagi rupanya. Semua unsur-unsur kesopanan perlahan hilang, tanpa bekas. Perilaku mereka sekarang sudah tidak mencerminkan jati diri bangsa. Hanya sedikit dari mereka yang masih mewarisi dan menjunjung tinggi nilai-nilai moral serta sopan santun, yang sudah menjadi ciri khas, jati diri dan jiwa bangsa Indonesia yang sesungguhnya.
            Dalam usaha mempertahankan keutuhan NKRI, setidaknya ada tiga dasar yang harus benar-benar dibangun oleh bangsa Indonesia sendiri. Tiga hal yang mendasari berdirinya suatu Negara, tiga hal yang sangat penting untuk menjalankan dan menjaga kelangsungan keutuhan NKRI. Tiga hal ini yang menjadi dasar pemikiran suatu bangsa, yang menjadi tonggak penentu kemajuan peradaban suatu bangsa dan yang tak kalah pentingnya, penentu derajat suatu bangsa di mata bangsa-bangsa yang lain. Tiga hal tersebut adalah ketahanan nasional, jati diri dan nasionalisme.
            Ketahanan nasional, sebagai konsepsi adalah serasi, selaras dan seimbang pada seluruh aspek kehidupan nasional baik pada aspek alamiah yang bersifat statis maupun pada aspek sosial yang bersifat dinamis karena masing-masing ada keterkaitan dan keterhubungan satu sama lain. Namun sebagai kondisi dinamis suatu bangsa, ketahanan nasional adalah kondisi bangsa yang bersikan keuletan, keterampilan, ketangguhan serta kemampuan mengembangkan seluruh potensi nasional untuk menghadapi hakekat ancaman yang datang dari luar maupun dari dalam, langsung maupun tidak langsung. Pokok-pokok ketahanan nasional didasarkan pada tujuan nasional, cita-cita dan falsafah bangsa. Untuk memperoleh keseimbangan dalam mewujudkan ketahan nasional maka pembangunan harus tertata pada berbagai aspek serta dapat mengakomodir kepentingan nasional.Konsepsi pembangunan inilah yang menjadi konsepsi ketahanan nasional yang harus dituangkan dalam peraturan yang jelas sebagai payung pembangunan. ketahanan nasional sesungguhnya merupakan gambaran doktrin dan metode dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan adanya ketahanan nasional yang telah memuat berbagai visi dan misi serta metode yang ada maka diharapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia mampu mengatasi berbagai pengaruh yang ada dari berbagai aspek-aspek kehidupan, meliputi pengaruh aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budayadan yang paling penting, pengaruh pertahanan nasional. Dari berbagai pengertian dan sifat dari ketahanan nasional yang telahdisebutkan diatas, kita dapat mengetahui suatu fakta bahwa ketahanan nasional itu sangatdiperlukan dalam menjalankan suatu negara.
Pilar yang kedua adalah jati diri, dalam hal ini perwujudan jati diri bangsa Indonesia adalah pancasila. Pancasila adalah dasar Negara Indonesia yang merupakan cerminan dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Bung Karno mengatakan bahwa beliau telah menggali Pancasila dari akar-akar kehidupan bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila ada dalam kehidupan setiap bagian bangsa sejak dahulu kala. Dengan segala pertimbangan yang telah diputuskan oleh Beliau, pancasila diharapkan sebagai jalan hidup yang akan dapat mengatasi masalah yang paling mendasar dihadapi bangsa Indonesia, di samping Pancasila itu sendiri digunakan untuk menjawab persoalan-persoalan pembangunan, ketertiban dan keamanan. Dengan begitu Pancasila akan dapat pula tetap menjadi falsafah dan ideologi bagi masyarakat Indonesia yang modern.Secara kreatif dan dinamis, Pancasila mampu memadukan antara aspirasi masa depan, menyelesaikan masa kini dan memberi harga pada masa lalu. Perjalanan sejarah membuktikan Pancasila mampu memberikan dasar yang kokoh bagi kesatuan dan persatuan bangsa. Oleh karna itu, tetap memiliki jati diri bangsa kita sangatlah  penting untuk mempertahankan NKRI.
Yang terakhir dari tiga tonggak untuk mempertahankan NKRI adalah nasionalisme. Sumpah Pemuda pada  28 Oktober 1928 adalah Proklamasi Kebangsaan Indonesia yang merupakan ikrar tentang eksistensi nasion dan  nasionalisme Indonesia  yang telah tumbuh puluhan tahun dalam perjuangan melawan kolonialisme Belanda. Perjuangan bangsa Indonesia tersebut pada tanggal 17 Agustus 1945 mencapai titik kulminasi dengan dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno-Hatta. Hal itu membuktikan bahwa nasionalisme Indonesia sudah merupakan faktor penentu perkembangan sejarah Indonesia – sejarah berdirinya negara Republik Indonesia dan semestinya juga menjadi penentu dalam usaha memperthankan NKRI. Substansi Nasionalisme Indonesia mempunyai dua unsur,pertama kesadaran mengenai persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang terdiri atas banyak suku, etnik, dan agama. Kedua, kesadaran bersama bangsa Indonesia dalam menghapuskan segala bentuk penjajahan dan penindasan dari bumi Indonesia. Penipisan kesadaran nasionalisme di Indonesia kini sudah mulai memasuki tingkat yang tidak bisa diabaikan. Nasionalisme yang ada di dalam jiwa para generasi muda penerus bangsa mulai hilang seiring dengan era globalisasi yang kini sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan bangsa Indonesia.
Ketiga tonggak diatas yang menjadi faktor penting untuk mempertahankan NKRI adalah hal-hal yang kini memerlukan pembenahan yang tidak sederhana. Bangsa Indonesia kini mengalami masa-masa yang sangat sulit, terkait dengan tiga hal diatas. Krisis ketahanan negara,jati diri dan nasionalisme yang melanda bangsa Indonesia membuat semua sistem pemerintahan, kemasyarakatan, dan sistem ekonomi Indonesia menjadi tidak tertata dan banyak menimbulkan masalah. Korupsi misalnya, kecurangan ini disebabkan karena para pejabat di Indonesia tidak menyadari sifat ketahanan Negara, tidak meiliki karakteristik bangsa Indonesia yang jujur dan adil, serta tidak memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, sehingga mereka tega mengambil uang Negara yang semestinya bisa dialokasikan untuk membangun Negara atau membantu rakyat miskin yang kekurangan biaya hidup. Contoh lainnya adalah sikap generasi muda yang sudah tidak mencerminkan budaya Indonesia. Masalah tersebut terjadi karena kurangnya rasa nasionalisme, rasa bangga terhadap budaya Indonesia, rasa bangga terhadap nilai-nilai sikap, perilaku, tata krama yang telah menjadi ciri khas dan pencerminan jati diri bangsa Indonesia, yaitu Pancasila.
Dari beberapa masalah diatas yang sudah saya jelaskan tadi, saya dapat menyimpulakn bahwa mempertahankan NKRI itu tidak mudah. Harus dimulai dari memperbaiki tiga tonggak atau pilar penentu keutuhan Negara Indonesia itu sendiri. Yang pertama adalah membenahi ketahanan Negara yang dapat membuat sumber daya manusia yang nantinya memimpin bangsa Indonesia kedepannya akan lebih berkualitas, lebih maju dan dapat dipandang, tidak hanya di mata Negara-Negara Asia Tenggara, tapi juga di mata dunia. Kedua adalah menanamkan jati diri bangsa dalam setiap generasi muda Indonesia, niali-nilai luhur Pancasila, agar diterapkan dalamkehidupan sehari-hari sehingga tercipata generasi muda yang pandai dalam iptek, namun juga baik dan luhur budi pekertinya. Dan yang terakhir adalah nasionalisme, dengan adanya nasionalisme dalam setiap diri individu-individu bangsa Indonesia, maka tidak akan terjadi lagi masalah yang merugikan Negara Indonesia. Karena di setiap individu sudah mempunyai rasa bangga, rasa simpati terhadap Negara Indonesia, sehingga setiap kegiatan dan perilaku akan dialokasikan untuk membangun dan mensejahterakan Negara Indonesia itu sendiri. Rasa memiliki dengan Negara Indonesia juga nantinya akan menjadi filter untuk masin-masing individu dalam menghadapi era globalisasi yang sedang melanda dunia ini. Ketiga pilar tersebut secara tidak langsung akan menjadi benteng yang kokoh dan tak tertahankan untuk mempertahankan keutuhan NKRI.

0 komentar: